LAMONGAN - Suasana hangat dan penuh semangat keagamaan mewarnai gelaran Festival Santri MATSALUT ke-3 atau Fesma 2026 tingkat Kabupaten Lamongan. Ajang bergengsi yang mempertemukan berbagai bakat generasi muda Islami dari seluruh penjuru daerah ini kembali digelar dengan meriah. Di antara puluhan kontingen yang hadir memadati lokasi acara, kehadiran grup al-banjari Al-Hikmah yang mewakili SD Negeri 3 Balongwangi sukses mencuri perhatian publik serta para juri. Mereka datang membawa impian besar serta semangat kebersamaan untuk menampilkan performa terbaik dalam kompetisi seni musik Islami tersebut.
Sejak pagi hari sekitar pukul tujuh WIB, pendaftaran peserta dan pra-acara sudah mulai dibuka oleh panitia. Para anggota grup Al-Hikmah dari SD Negeri 3 Balongwangi telah bersiap dengan balutan kostum khas yang rapi serta senyum optimis. Didampingi oleh guru pembina serta beberapa perwakilan orang tua siswa, para siswa tampak sibuk melakukan pemanasan vokal dan menyelaraskan ketukan rebana. Keterlibatan SD Negeri 3 Balongwangi dalam ajang Fesma ke-3 ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan buah dari latihan intensif yang telah digembleng selama berbulan-bulan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni Islami di sekolah.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan lantunan doa dan susunan pembukaan resmi pada pukul 07.45 WIB. Seluruh peserta, pembina, serta tamu undangan berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta lagu perjuangan Shubanul Wathan yang menggema megah di dalam aula. Suasana semakin khidmat ketika Ketua Pengurus Yayasan menyampaikan kata sambutannya yang memberikan motivasi tinggi kepada seluruh peserta agar mengedepankan nilai kejujuran dan persaudaraan.
Momen penting terjadi ketika acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Dr M Mukhlisin Mufa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh madrasah dan sekolah umum yang turut mengirimkan utusan terbaik mereka. Menurutnya, kegiatan seperti Fesma ini sangat penting dalam membangun karakter, spiritualitas, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya keislaman di tengah gempuran arus modernisasi. Pembukaan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh H Juri.
Usai pembukaan, sekitar pukul 08.40 WIB para peserta mulai diarahkan menuju ruang berlomba oleh koordinator perlombaan. Sesuai jadwal yang disiapkan panitia, pelaksanaan lomba berlangsung sengit dan penuh warna dari pukul 08.50 hingga 13.30 WIB. Pada rentang waktu inilah grup al-banjari Al-Hikmah SD Negeri 3 Balongwangi mendapatkan kesempatan emas untuk unjuk gigi.
Mendapatkan kesempatan tampil dengan nomor urut 8, grup Al-Hikmah melangkah penuh percaya diri menuju atas panggung utama. Nomor urut tersebut memberikan jeda waktu yang pas bagi para siswa untuk mematangkan persiapan teknis dan mental di ruang tunggu. Begitu pemandu acara memanggil giliran nomor urut 8, irama pukulan terbang yang harmonis langsung menyapa telinga para penonton dan dewan juri. Tabuhan demi tabuhan rebana saling menyaut dengan ketukan yang presisi, mengiringi vokal utama dan vokal pendukung yang melantunkan bait-bait sholawat dengan sangat fasih.
Penampilan peserta nomor urut 8 ini tidak hanya menonjolkan teknik pukulan yang rapat dan bertenaga, tetapi juga penjiwaan yang mendalam dari seluruh anggotanya. Kekompakan gerakan dan keselarasan nada yang ditunjukkan grup Al-Hikmah berhasil memukau ruang kompetisi. Penonton di dalam ruangan memberikan tepuk tangan yang riuh ketika lagu penutup berhasil dibawakan dengan sempurna oleh kontingen asal SD Negeri 3 Balongwangi tersebut.
Pembina grup al-banjari SD Negeri 3 Balongwangi menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam Fesma tahun ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berkompetisi secara sehat bagi para siswa. Melalui panggung sebesar Fesma, para siswa belajar untuk mengendalikan rasa gugup, meningkatkan rasa percaya diri, serta memupuk solidaritas tim. Latihan rutin yang menguras waktu dan tenaga terbayar lunas setelah mereka mampu menyuguhkan penampilan tanpa cela di hadapan dewan juri dan publik Kabupaten Lamongan.
Di samping perlombaan seni seperti banjari, suasana Fesma ke-3 ini juga diwarnai dengan persaingan ketat di cabang akademis. Pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB digelar final Olimpiade bidang Agama dan IPAS. Disambung kemudian pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB dengan pelaksanaan final Olimpiade Matematika. Berbagai kegiatan ini menegaskan bahwa Fesma merupakan wadah komprehensif bagi pengembangan bakat spiritual, seni, dan intelektual para santri serta siswa di Kabupaten Lamongan.
Ketegangan mulai terasa kembali ketika jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Seluruh rangkaian lomba telah usai dilaksanakan dan panitia mulai merekapitulasi nilai. Acara dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta. Suasana di ruangan penuh dengan antusiasme dan rasa cemas yang bercampur menjadi satu. Bagi tim SD Negeri 3 Balongwangi, apapun hasil yang diraih nantinya, pengalaman tampil sebagai peserta nomor urut 8 di ajang tingkat kabupaten ini sudah menjadi kemenangan tersendiri bagi perkembangan mental para siswa.
Puncak dari seluruh rangkaian Fesma 2026 ditutup dengan prosesi pembagian trofi yang dimulai pukul 14.30 WIB hingga selesai. Senyum bahagia dan rasa bangga terpancar dari raut wajah para pemenang yang berhasil naik ke atas panggung untuk menerima piala penghargaan. Sesuai dengan tema yang diusung oleh panitia, yaitu Bersama Santri Mengukir Prestasi Meraih Ridha Ilahi, Fesma ke-3 tahun ini sukses menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang pembuktian potensi besar anak-anak Lamongan.
Keterlibatan SD Negeri 3 Balongwangi melalui grup banjari Al-Hikmah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah umum lainnya untuk terus merawat dan melestarikan seni budaya Islami. Semangat para siswa yang tampil dalam Fesma 2026 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan tradisional tetap bersemi indah di hati generasi penerus bangsa.