Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan

Senin, 13 Juli 2026

Pembukaan MPLS Ramah dan Gerai si Dilan di SD Negeri 3 Balongwangi dan Paud Bhakti Pertiwi

 


LAMONGAN—Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan seluruh jajaran satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara serentak melaksanakan agenda pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru. Berbeda dengan Kegiatan yang diawali dengan agenda bertajuk "Pagi Ceria" ini diisi dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh jajaran pemerintahan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, koordinator wilayah (Korwil) bidang pendidikan kecamatan, komite sekolah, serta ratusan wali murid bersama putra-putri mereka. Hadirnya Bunda PAUD Kabupaten Lamongan beserta jajaran istri pejabat daerah di lokasi acara menambah kehangatan dan antusiasme seluruh peserta yang memadati lapangan sekolah sejak pagi hari. Suasana riang gembira dan penuh tawa sengaja diciptakan untuk mengikis kecemasan siswa baru saat pertama kali menapakkan kaki di lingkungan sekolah yang asing bagi mereka. pendekatan konvensional di masa lalu, pelaksanaan orientasi tahun ini menekankan pada konsep humanis, ramah anak, serta mempererat kolaborasi multi-pihak yang melibatkan aparatur pemerintah, tenaga pendidik, hingga orang tua siswa secara aktif.

Kegiatan yang diawali dengan agenda bertajuk "Pagi Ceria" ini diisi dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh jajaran pemerintahan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, koordinator wilayah (Korwil) bidang pendidikan kecamatan, komite sekolah, serta ratusan wali murid bersama putra-putri mereka. Hadirnya Bunda PAUD Kabupaten Lamongan beserta jajaran istri pejabat daerah di lokasi acara menambah kehangatan dan antusiasme seluruh peserta yang memadati lapangan sekolah sejak pagi hari. Suasana riang gembira dan penuh tawa sengaja diciptakan untuk mengikis kecemasan siswa baru saat pertama kali menapakkan kaki di lingkungan sekolah yang asing bagi mereka.

Memasuki acara inti, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars Lamongan. Lantunan lagu daerah ini menegaskan kembali komitmen identitas lokal, rasa cinta tanah air, serta pemantapan nilai-nilai nasionalisme di dalam dada generasi muda sejak dini. Salah satu momentum paling sakral dan menjadi pembeda utama dalam rangkaian MPLS kali ini adalah pembacaan Naskah Ikrar Ayah Bunda. Di hadapan para guru dan pejabat yang hadir, para orang tua dengan penuh khidmat membacakan komitmen tertulis untuk senantiasa mendampingi, mendukung, serta menyelaraskan pola asuh dan didik di rumah dengan program-program penguatan karakter yang diterapkan di sekolah.

Keterlibatan orang tua dipandang bukan lagi sebatas mengantar anak sampai pintu gerbang sekolah, melainkan sebagai jembatan emas yang memastikan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh guru dapat berkesinambungan di dalam rumah tangga. Melalui ikrar ini, diharapkan tercipta keselarasan visi antara pihak keluarga dan lembaga pendidikan.

Dalam sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Kepala Sekolah, ditegaskan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan besar yang telah dititipkan oleh para wali murid kepada pihak sekolah. Pihak sekolah memastikan komitmen penuh untuk menyambut dan mendidik putra-putri sebagai anggota keluarga baru dalam sistem pengajaran yang inklusif dan protektif. Sebagai bukti nyata diterimanya siswa secara resmi, dilaksanakan prosesi penyerahan simbolis atribut dan dokumen penerimaan siswa baru dari Kepala SD/PAUD secara langsung kepada perwakilan wali murid.

Dukungan penuh juga disuarakan secara resmi oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati Lamongan, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Camat, hingga Kepala Desa dan Lurah setempat. Dalam poin penegasannya, pimpinan daerah meminta agar seluruh pemangku kepentingan mengawal jalannya proses belajar-mengajar dengan mengutamakan keselamatan fisik dan mental anak-anak. Poin krusial ini kemudian dituangkan secara konkret melalui penandatanganan "Komitmen Bersama Budaya Sekolah Aman dan Nyaman". Dokumen kesepakatan kolektif ini menjadi landasan hukum dan moral untuk mengantisipasi serta mengeliminasi segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik, verbal, maupun tindakan diskriminasi di lingkungan institusi pendidikan.

Rangkaian agenda inti kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran serta keberkahan bagi proses tumbuh kembang intelektual, emosional, dan spiritual anak-anak Lamongan ke depan. Selepas upacara formal, kegiatan langsung disambung dengan pemaparan Materi MPLS yang edukatif serta interaktif. Melalui pemanfaatan media visual, cerita, dan permainan edukasi, para siswa baru diperkenalkan pada fasilitas sekolah, tata tertib, serta budaya antre dan menjaga kebersihan lingkungan dengan cara yang menyenangkan.

Pihak panitia penyelenggara juga menambahkan catatan penting bahwa seluruh susunan acara atau rundown ini bersifat dinamis dan dapat disesuaikan kembali sesuai dengan situasi serta kondisi riil di lapangan. Keluwesan ini diterapkan semata-mata demi menjaga kenyamanan anak-anak agar tidak mengalami kelelahan yang berlebihan di hari pertama sekolah. Melalui pelaksanaan MPLS yang matang dan integratif ini, Kabupaten Lamongan kembali membuktikan komitmen nyatanya sebagai daerah yang aman, inklusif, dan responsif terhadap hak-hak dasar anak guna menyongsong generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter mulia.(Red) 


Share:

Rabu, 17 Juni 2026

Gebyar Kreasi Anak Negeri di SDN 3 Balongwangi


BALONGWANGI (17/6) - Mentari pagi di kawasan Tikung, Lamongan, tampak bersinar cerah, seolah ikut merayakan momen bersejarah di SDN 3 Balongwangi. Hari itu, suasana sekolah tidak seperti hari-hari biasa. Halaman sekolah yang biasanya dipenuhi oleh hiruk-pikuk kegiatan belajar mengajar, kini telah disulap menjadi panggung megah bertajuk "Gebyar Kreasi Anak Negeri". Acara ini bukan sekadar perayaan seremonial biasa; ini adalah simbol pelepasan bagi siswa kelas VI yang telah menuntaskan perjalanan pendidikan mereka, sekaligus menandai tutup tahun pelajaran 2025/2026 yang penuh dengan dedikasi.

Spanduk besar terpasang dengan gagah di area sekolah, membawa pesan mendalam bagi seluruh siswa: "Teruslah belajar, berkarya, dan berprestasi untuk masa depan yang cerah!". Semboyan ini menjadi ruh dari seluruh rangkaian acara, mencerminkan komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang terdidik, cerdas, terampil, dan berakhlakul karimah.

Harmoni dalam Seni dan Budaya

Keriaan dimulai jauh sebelum acara utama dimulai. Sesi pra-acara menjadi ajang pembuktian bakat para siswa dari berbagai jenjang kelas. Lantunan shalawat nabi yang diiringi musik Banjari Al-Hikmah dari SDN 3 Balongwangi menjadi pembuka yang menyejukkan hati, menciptakan atmosfer spiritual yang kental dan khidmat.

Tidak berhenti di sana, panggung segera berganti menjadi parade budaya yang memukau. Siswa kelas 1 tampil percaya diri membawakan "Tari Kuy Hijrah", diikuti oleh siswa kelas 2 yang membawakan "Tari Dinding Badinding" dengan penuh keceriaan. Keberanian anak-anak ini di atas panggung menunjukkan keberhasilan sekolah dalam membina mentalitas dan kreativitas sejak dini. Penampilan kemudian berlanjut dengan "Tari Sholawat Rahmatallil 'alamiin" oleh siswa kelas 3, serta aksi panggung siswa kelas 4 yang terbagi dalam "Tari Tobat Maksiat" dan "Tari Paris Berantai". Sebagai penutup pra-acara yang manis, "Tari Frozen" ditampilkan, mengundang decak kagum sekaligus senyum dari para orang tua dan guru yang hadir.

Acara Inti: Momen Perpisahan yang Mengharukan

Setelah sesi pra-acara yang meriah, acara inti dimulai dengan ketertiban dan kekhidmatan. Seluruh hadirin berdiri saat lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan "Mars Lamongan" dikumandangkan, membangkitkan rasa nasionalisme dan kebanggaan akan daerah asal.

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh M. Farrel Ardiansyah. Farrel, yang merupakan peraih juara 3 dalam lomba tersebut, melantunkan ayat-ayat suci dengan tajwid yang fasih, memberikan pesan bahwa prestasi harus dibarengi dengan nilai spiritual. Keberhasilan Farrel menjadi bukti nyata bahwa SDN 3 Balongwangi terus mendorong siswanya untuk berprestasi di bidang agama maupun akademik.

Suasana seketika menjadi hening saat prosesi pelepasan siswa kelas VI dimulai. Ini adalah detik-detik yang paling dinantikan sekaligus yang paling mengharukan. Para siswa kelas VI yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya tampak tertegun saat rekan-rekan mereka dari kelas 5 memberikan persembahan spesial. Lagu pamit yang dinyanyikan dengan penuh perasaan, ditambah dengan pembacaan puisi balasan, membuat suasana pelepasan tersebut terasa sangat personal dan emosional. Ini adalah bukti ikatan kekeluargaan yang erat di sekolah ini—sebuah momen di mana senioritas dibalut dalam kasih sayang dan saling menghargai.

Kepemimpinan dan Harapan ke Depan

Dalam sambutannya, Bapak Wartono, S.Pd.SD., selaku Kepala Sekolah, menyampaikan pesan mendalam bagi para lulusan. Beliau menekankan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu pembuka menuju tantangan yang lebih besar. Beliau juga memberikan apresiasi kepada siswa-siswa berprestasi lainnya, seperti Hilwa Aqilla yang sukses meraih juara 1 dalam lomba Pildacil. Keberhasilan Hilwa menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk terus berani bicara dan menyebarkan kebaikan melalui dakwah.

Panggung kemudian dimeriahkan kembali oleh pertunjukan seni yang beragam:

 "Tari Rampak" yang menampilkan kekompakan gerak dan ritme yang dinamis.

  "Tari Prau Layar" yang dibawakan setelah sambutan kepala sekolah, menambah warna budaya nusantara dalam perpisahan ini.

 Tari Bondan Kendi yang dipersembahkan oleh perwakilan dari korwil, menunjukkan kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan pihak pengawas wilayah.

Drama yang ditampilkan di akhir rangkaian acara memberikan pesan moral tentang pentingnya kejujuran dan persahabatan, yang diakhiri dengan Maulidhatul Hasanah sebagai bentuk penutup yang penuh doa dan keberkahan.

Penutup: Warisan Nilai di Balongwangi

Gebyar Kreasi Anak Negeri di SDN 3 Balongwangi tahun 2025/2026 ini bukan hanya sekadar seremoni pelepasan siswa kelas VI. Ini adalah cermin dari visi sekolah untuk tidak hanya fokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan keterampilan seni.

Setiap tarian, setiap lantunan doa, dan setiap puisi yang dibacakan adalah memori yang akan dibawa pulang oleh siswa sebagai bekal untuk masa depan mereka. Dengan semangat berakhlak dengan karakter dan berprestasi dengan prestasi, para lulusan tahun ini siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya dengan kepala tegak, membawa nama baik SDN 3 Balongwangi di dalam hati mereka.(Red)

Share:

Jumat, 29 Mei 2026

Dari Ruang Kelas hingga Ketuk Pintu Warga: SD Negeri 3 Balongwangi Memahat Jiwa Peduli Lewat "Berkurban untuk Negeri"


BALONGWANGI- Lantunan sholawat yang mengalun lirih dari pengeras suara sekolah membelah kabut tipis pagi itu di SD Negeri 3 Balongwangi. Halaman sekolah yang biasanya riuh oleh tawa anak-anak yang berlarian, kini berubah menjadi hamparan saf yang rapi dan putih. Ratusan siswa duduk bersila dengan takzim, mengenakan pakaian muslim terbaik mereka, siap memulai sebuah hari yang dirancang bukan sekadar untuk merayakan hari besar, melainkan untuk memahat karakter dan menyentuh hati nurani mereka melalui aksi nyata "Berkurban untuk Negeri."

Matahari pagi belum begitu tinggi ketika seluruh warga sekolah merapatkan barisan untuk menunaikan salat Dhuha berjamaah. Di bawah langit pagi yang cerah, keheningan menyelimuti halaman. Gerakan demi gerakan salat diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh para siswa, menciptakan pemandangan yang begitu menyentuh hati. Salat Dhuha ini menjadi pembuka gerbang spiritual hari itu, sebuah pengingat lembut bahwa segala bentuk keberkahan dan kesempatan untuk berbagi yang mereka miliki saat ini adalah titipan dari Sang Pencipta.

Seusai salam, suasana berganti menjadi lebih syahdu saat lantunan zikir istigasah mulai menggemas secara serempak. Suara anak-anak yang jernih berpadu dengan suara berat para guru, memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan untuk sekolah, keluarga, dan negeri tercinta. Beberapa siswa tampak memejamkan mata dalam-dalam, larut dalam bait-bait doa yang dipanjatkan. Air mata haru sempat menitik di sudut mata beberapa guru yang melihat betapa khidmatnya anak-anak didik mereka meleburkan diri dalam kepasrahan kepada Tuhan.

Setelah rohani ditenangkan oleh doa dan zikir, para siswa diarahkan untuk beranjak masuk ke dalam ruang kelas yang telah disulap menjadi aula beralaskan karpet panjang. Di dalam ruangan yang sejuk dan tenang ini, gema takbir perlahan meredup, berganti dengan suasana belajar yang sarat akan nilai-nilai luhur melalui kegiatan ngaji kitab.

Di depan kelas, guru agama duduk bersila menghadap para siswa yang melingkar dengan takzim. Sebuah kitab kuning ringkas terbuka di atas meja kecil. Dengan gaya bercerita yang memikat, sang guru mulai mengurai kisah abadi tentang keteguhan hati Nabi Ibrahim dan keikhlasan putranya, Nabi Ismail. Suasana di dalam ruangan terasa begitu intim; setiap kata yang terucap dari sang guru menggema jelas, meresap ke dalam sanubari anak-anak yang mendengarkan tanpa berkedip.

Guru menjelaskan bahwa esensi kurban yang sesungguhnya bukanlah tentang menyembelih hewan semata, melainkan tentang kesiapan manusia untuk menyembelih ego, sifat mementingkan diri sendiri, dan rasa kepemilikan berlebih atas dunia. Lewat ngaji kitab di dalam ruangan ini, kisah yang ribuan tahun lalu terjadi di tanah gersang Makkah seolah hidup kembali di benak para siswa, memberi mereka pondasi pemikiran yang kuat tentang arti sebuah pengorbanan.

Siang pun menjelang, dan tibalah saatnya bagi seluruh warga sekolah untuk menerjemahkan seluruh doa dan ilmu yang mereka serap sejak pagi menjadi sebuah aksi nyata. Setelah prosesi penyembelihan hewan kurban selesai dilakukan oleh para ahli dengan penuh adab, halaman sekolah berubah menjadi arena gotong yokong yang penuh kehangatan. Tidak ada lagi sekat antara guru, murid, dan wali murid; semuanya membaur dalam kegembiraan.

Dengan penuh semangat, anak-anak ikut membantu mengemas potongan-potongan daging ke dalam wadah-wadah anyaman bambu yang ramah lingkungan. Tangan-tangan kecil mereka dengan sigap mengikat dan merapikan wadah tersebut, tidak memedulikan peluh yang mulai membasahi dahi.

Puncak keharuan hari itu terjadi ketika kegiatan berbagai dimulai. Anak-anak dilepas untuk melangkah keluar gerbang sekolah, mengetuk pintu-pintu rumah warga di sekitar sekolah yang membutuhkan, serta menghampiri para lansia yang hidup sendiri. Dengan senyum polos dan membungkuk takzim, para siswa mengulurkan hasil kurban tersebut langsung ke tangan para warga.

Momen ketika tangan-tangan renta para lansia menerima pemberian itu dengan gemetar, dibarengi dengan untaian doa tulus yang keluar dari bibir mereka, menjadi sebuah pelajaran hidup yang tidak akan pernah ditemukan di dalam buku teks pelajaran manapun. Beberapa warga bahkan tak kuasa membendung air mata kebahagiaan, memeluk anak-anak tersebut sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam.

Melalui perjalanan sehari penuh dari sujud Dhuha hingga langkah kaki menyambangi rumah-rumah warga, SD Negeri 3 Balongwangi telah berhasil menanamkan arti hidup yang sesungguhnya ke dalam jiwa anak-anak didik mereka. Hari itu ditutup bukan hanya dengan perut yang kenyang setelah makan bersama, melainkan dengan hati yang penuh akan rasa syukur, kepedulian, dan cinta yang tulus untuk sesama dan negeri.(red)

Share:

Selasa, 26 Mei 2026

Semarak Hari Jadi Lamongan ke-457: Mengukuhkan Identitas dan Menanamkan Nilai Sejarah Sejak Dini

 

Youtube SD Negeri 3 Balongwangi

Lamongan, 26 Mei 2026 – Kabupaten Lamongan kembali merayakan hari bersejarahnya. Tepat hari ini, wilayah yang dikenal dengan julukan Kota Soto ini memperingati Hari Jadi Lamongan yang ke-457. Momentum sakral yang merujuk pada peristiwa pelantikan Adipati pertama, Tumenggung Surajaya, pada 10 Dzulhijjah 976 Hijriyah atau 26 Mei 1569 Masehi ini dirayakan dengan semangat kebersamaan di seluruh penjuru daerah, termasuk di lingkungan pendidikan dasar.

Di SDN 3 Balongwangi, peringatan HJL ke-457 tahun ini dirayakan dengan cara yang unik dan penuh makna. Para siswa dan staf pengajar terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan upacara formal dengan kegiatan edukasi budaya. Peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial belaka, melainkan sebuah sarana bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat akar sejarah tanah kelahiran mereka. Mengenakan pakaian tradisional dengan nuansa khas, para siswa menunjukkan kecintaan mereka terhadap identitas daerah. Kegiatan di sekolah ini menjadi representasi kecil dari semangat masyarakat Lamongan secara luas yang sedang merayakan perjalanan panjang daerah mereka yang telah berusia lebih dari empat abad.

Hari Jadi Lamongan bukan sekadar angka. Penetapan tanggal 26 Mei setiap tahunnya membawa memori kolektif masyarakat Lamongan kepada sosok Rangga Hadi, atau yang lebih dikenal dengan Mbah Lamong. Beliau adalah sosok sentral yang diutus oleh Sunan Giri IV untuk melakukan syiar Islam dan menata sistem pemerintahan di wilayah ini. Nama Lamongan sendiri tidak lepas dari karakter beliau yang pandai ngemong atau mengayomi rakyat. Karakter kepemimpinan yang humanis, bijaksana, dan religius inilah yang kemudian meletakkan fondasi dasar bagi tata kelola pemerintahan yang harmonis di Lamongan selama ratusan tahun. Peringatan HJL ke-457 menjadi pengingat bagi setiap warga, khususnya pejabat dan pemegang kebijakan, untuk selalu meneladani sifat kepemimpinan Mbah Lamong dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada usia ke-457 tahun, Kabupaten Lamongan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga tuntutan kemandirian ekonomi. Namun, berbekal semangat sejarah yang kuat, masyarakat Lamongan optimistis dapat terus bersaing di kancah nasional maupun internasional. Perayaan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan. Dengan semboyan dan semangat gotong royong, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta pelestarian budaya diharapkan terus berjalan beriringan. Kesadaran sejarah yang ditanamkan sejak dini, seperti yang terlihat pada kegiatan di berbagai sekolah, menjadi jembatan agar nilai-nilai luhur pendahulu tidak tergerus oleh modernisasi.

Hari Jadi Lamongan ke-457 adalah perayaan atas keteguhan, keyakinan, dan kerja keras para leluhur yang kemudian diteruskan oleh generasi penerus. Selamat Hari Jadi Kabupaten Lamongan! Semoga wilayah ini terus berkembang menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, senantiasa memberikan kesejahteraan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi seluruh warganya. Mari kita jaga api semangat perjuangan Tumenggung Surajaya, kita teruskan jejak beliau dengan dedikasi nyata, untuk Lamongan yang lebih maju dan berdaya saing di masa depan.(Red) 


Share:

Jumat, 22 Mei 2026

Memukau, Penampilan Tari Siswa SDN 3 Balongwangi Warnai Pameran Pendidikan Kabupaten Lamongan 2026


LAMONGAN, 22 Mei 2026– Ajang Pameran Pendidikan Kabupaten Lamongan tahun 2026 yang berlangsung meriah di Kawasan Gajah Mada, Lamongan, semakin semarak dengan penampilan seni dari para peserta didik. Salah satu yang mencuri perhatian penonton adalah suguhan tari tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi dari SD Negeri 3 Balongwangi.

Dalam penampilannya, para penari cilik dari SDN 3 Balongwangi tampil anggun dan percaya diri. Membawakan tarian tradisional dengan iringan musik yang ritmis, para siswa tampak sangat terampil menggunakan properti payung berwarna merah, yang menambah estetika dan kedinamisan gerakan mereka di atas panggung.

Kostum yang dikenakan, dengan paduan warna cerah dan motif tradisional, selaras dengan harmoni gerakan mereka. Penampilan ini pun mendapatkan apresiasi hangat dari para pengunjung pameran yang memadati area panggung pentas seni.

Kehadiran siswa-siswi SDN 3 Balongwangi dalam ajang bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa di bidang seni budaya. Hal ini sejalan dengan semangat Pameran Pendidikan 2026 yang bertujuan untuk menampilkan berbagai kreativitas dan inovasi di dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Lamongan.

Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan keberhasilan sekolah dalam melestarikan seni tari tradisional di kalangan generasi muda sejak dini. Keberanian dan kekompakan para siswa di atas panggung menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mendorong potensi non-akademik para siswanya.

Pameran Pendidikan Kabupaten Lamongan 2026 masih akan terus berlangsung, menjadi wadah bagi insan pendidikan untuk berbagi karya, inspirasi, dan kebanggaan bagi kemajuan pendidikan di daerah tersebut.(Red) 


Share:

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

"Cerdas Berilmu, Santun Berperilaku."