MALANG – Fajar baru saja menyingsing ketika halaman SDN 3 Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, mulai dipadati oleh bus-bus pariwisata dari Mujahidin Tour & Travel. Sejak pukul 05.00 WIB, para siswa sudah tampak rapi dengan atribut sekolah dan pakaian santai, siap menempuh perjalanan menuju dataran tinggi Malang dalam rangka agenda tahunan yang paling dinanti, yaitu Study Tour edukatif. Destinasi pilihan tahun ini jatuh pada objek wisata kekinian, Flora Wisata Santerra De Laponte, yang berlokasi di kawasan sejuk Pujon.
Kerja sama dengan pihak travel memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman. Tim pemandu wisata yang sigap terlihat memberikan arahan, memastikan seluruh logistik siap, dan memandu proses naik ke bus dengan tertib. Tawa renyah dan nyanyian riang dari dalam bus mengiringi perjalanan melintasi jalur antar-kota, menandakan kegembiraan yang luar biasa dari para peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta perwakilan wali murid.
Setibanya di Santerra De Laponte, rombongan langsung disambut dengan udara dingin khas pegunungan dan pemandangan hamparan bunga yang berwarna-warni. Objek wisata ini dikenal karena arsitekturnya yang unik, menggabungkan nuansa bergaya Eropa dan Asia di tengah alam Indonesia. Begitu memasuki area wisata, para siswa seolah dibawa masuk ke dalam dunia dongeng melalui bangunan-bangunan bergaya klasik dengan warna-warna pastel yang menjadi latar belakang favorit untuk berfoto. Di sela-sela keceriaan tersebut, para guru berperan sebagai fasilitator yang menjelaskan berbagai jenis tanaman bunga yang dirawat dengan teknik modern, menjadikan momen ini sebagai bentuk pembelajaran luar kelas yang menyegarkan.
Tak hanya memanjakan mata dengan keindahan botani, Santerra juga menawarkan berbagai wahana yang menguji keberanian dan memacu adrenalin. Beberapa momen seru terekam saat para siswa mencoba wahana "Ombak Ayun" yang membawa mereka berputar di ketinggian, serta Bianglala bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan dari sudut pandang yang lebih tenang. Salah satu daya tarik yang paling mencuri perhatian adalah wahana "Horror of Terror". Meski awalnya terlihat tegang dan saling berpegangan erat, para siswa tampak tertawa lepas dan saling menggoda setelah berhasil keluar dari lorong-lorong gelap yang penuh kejutan mistis buatan tersebut.
Pihak sekolah menegaskan bahwa pemilihan Santerra De Laponte didasari oleh aspek edukasinya yang lengkap, mulai dari pengenalan varietas bunga lokal dan impor, pengenalan keragaman arsitektur dunia melalui miniatur negara luar, hingga melatih kemandirian serta kerja sama antar siswa. Setelah puas bermain, rombongan menyempatkan diri mengunjungi area air terjun buatan yang megah untuk menikmati gemericik air dan suasana alam yang asri sebelum mengakhiri sesi jelajah bebas mereka.
Puncak acara ditandai dengan momen kebersamaan yang hangat di tangga utama yang ikonik, tepat di bawah gerbang bertuliskan "Florawisata Santerra De Laponte". Dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Study Tour SDN 3 Balongwangi", seluruh peserta meneriakkan yel-yel penyemangat sebagai tanda suksesnya kegiatan tersebut. Kepala Sekolah SDN 3 Balongwangi mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini, menekankan bahwa kegiatan ini adalah cara sekolah memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dalam belajar sekaligus memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan hanya dari dalam kelas.
Kesuksesan petualangan ini juga tidak lepas dari peran profesional Mujahidin Tour & Travel yang mengelola armada bus dan koordinasi lapangan dengan sangat rapi. Perjalanan pulang menuju Lamongan pun diwarnai dengan wajah-wajah lelah namun puas. Meski hari telah berganti, para siswa membawa pulang bukan hanya oleh-oleh khas Malang, tetapi juga memori indah dan ikatan persahabatan yang semakin erat, membuktikan bahwa pendidikan dan rekreasi dapat berjalan beriringan dengan sempurna.








0 komentar:
Posting Komentar