BALONGWANGI– Pelataran sekolah yang menjadi pusat kegiatan mendadak khidmat saat ratusan siswa dari berbagai penjuru kecamatan berkumpul dalam satu barisan linier. Mereka membawa misi serupa: menjaga kemurnian hafalan melalui Ujian Tahfidz dalam tajuk Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an (GLMQ) tingkat Kecamatan Tikung, Rabu (1/4/2026).
Di tengah keriuhan para peserta, kontingen dari SD Negeri 3 Balongwangi tampil menonjol dengan kesiapan mental yang mumpuni. Tiga srikandi cilik delegasi terbaik sekolah ini, yaitu Kamelia Halimatus Sa'diyah, Anindita Tiara Zahsy, dan Zahwa Suciatul Awaliyah, menjadi pusat perhatian saat mereka secara bergantian menghadapi meja munaqisy (penguji).
Uji Ketangkasan Hafalan
Ujian dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Suasana ruang ujian yang hening berubah drastis menjadi penuh keberkahan saat lantunan ayat suci mulai mengalir. Kamelia, Anindita, dan Zahwa harus melewati serangkaian tes lisan yang ketat, mulai dari metode sambung ayat hingga pembacaan surah pilihan dengan standar tajwid dan makhorijul huruf yang presisi.
"Alhamdulillah, ketiga siswi kami mampu mengatasi ketegangan di meja ujian. Ini adalah buah dari latihan keras selama berbulan-bulan melalui program setoran hafalan rutin yang kami jalankan di SDN 3 Balongwangi," ujar salah satu guru pendamping yang memantau langsung proses tersebut.
Penampilan ketiga siswi ini dinilai sangat stabil. Ketelitian mereka dalam melafalkan setiap huruf dan kelancaran menyambung potongan ayat mencerminkan kesiapan mental yang telah ditempa secara konsisten oleh para Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah asal mereka.
Simbol Tekad Generasi Qur’ani
Dalam sesi dokumentasi, tampak Kamelia, Anindita, dan Zahwa berpose bersama para pengajar dengan kepalan tangan di depan dada. Pose ini bukan sekadar gaya untuk difoto, melainkan simbol tekad baja (Azzam) bahwa bagi siswa SDN 3 Balongwangi, menghafal Al-Qur’an adalah sebuah komitmen seumur hidup dan identitas diri.
Bagi pihak sekolah, mengirimkan ketiga siswi tersebut merupakan langkah nyata dalam penguatan karakter berbasis religi. Harapannya, keberanian dan kemampuan yang ditunjukkan oleh Kamelia dkk dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di Desa Balongwangi untuk lebih mencintai dan memuliakan Al-Qur'an.
Nuansa Syawal di Bumi Tikung
Pelaksanaan GLMQ tahun ini terasa lebih hangat karena bertepatan dengan momentum bulan Syawal. Semangat kemenangan Idulfitri terpancar jelas dalam interaksi antarguru dan murid. Kalimat "Minal ‘Aidin wal Faizin" menjadi pembuka silaturahmi yang tulus di sela-sela ketegangan ujian, mempererat sinergi antara GPAI se-Kecamatan Tikung.
Ketua panitia kegiatan memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta, khususnya delegasi dari Balongwangi yang dinilai sangat siap secara kualitas. Kehadiran mereka membuktikan bahwa pembinaan agama di tingkat dasar masih menjadi prioritas utama di wilayah Tikung.
Dengan berakhirnya ujian ini, Kamelia Halimatus Sa'diyah, Anindita Tiara Zahsy, dan Zahwa Suciatul Awaliyah kini tinggal menantikan hasil evaluasi akhir. Namun bagi mereka, kesempatan untuk melantunkan kalam Ilahi di hadapan para penguji sudah merupakan pencapaian spiritual yang luar biasa. (Red/Tikung)








0 komentar:
Posting Komentar