Youtube SD Negeri 3 Balongwangi
Lamongan, 26 Mei 2026 – Kabupaten Lamongan kembali merayakan hari bersejarahnya. Tepat hari ini, wilayah yang dikenal dengan julukan Kota Soto ini memperingati Hari Jadi Lamongan yang ke-457. Momentum sakral yang merujuk pada peristiwa pelantikan Adipati pertama, Tumenggung Surajaya, pada 10 Dzulhijjah 976 Hijriyah atau 26 Mei 1569 Masehi ini dirayakan dengan semangat kebersamaan di seluruh penjuru daerah, termasuk di lingkungan pendidikan dasar.
Di SDN 3 Balongwangi, peringatan HJL ke-457 tahun ini dirayakan dengan cara yang unik dan penuh makna. Para siswa dan staf pengajar terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan upacara formal dengan kegiatan edukasi budaya. Peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial belaka, melainkan sebuah sarana bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat akar sejarah tanah kelahiran mereka. Mengenakan pakaian tradisional dengan nuansa khas, para siswa menunjukkan kecintaan mereka terhadap identitas daerah. Kegiatan di sekolah ini menjadi representasi kecil dari semangat masyarakat Lamongan secara luas yang sedang merayakan perjalanan panjang daerah mereka yang telah berusia lebih dari empat abad.
Hari Jadi Lamongan bukan sekadar angka. Penetapan tanggal 26 Mei setiap tahunnya membawa memori kolektif masyarakat Lamongan kepada sosok Rangga Hadi, atau yang lebih dikenal dengan Mbah Lamong. Beliau adalah sosok sentral yang diutus oleh Sunan Giri IV untuk melakukan syiar Islam dan menata sistem pemerintahan di wilayah ini. Nama Lamongan sendiri tidak lepas dari karakter beliau yang pandai ngemong atau mengayomi rakyat. Karakter kepemimpinan yang humanis, bijaksana, dan religius inilah yang kemudian meletakkan fondasi dasar bagi tata kelola pemerintahan yang harmonis di Lamongan selama ratusan tahun. Peringatan HJL ke-457 menjadi pengingat bagi setiap warga, khususnya pejabat dan pemegang kebijakan, untuk selalu meneladani sifat kepemimpinan Mbah Lamong dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada usia ke-457 tahun, Kabupaten Lamongan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga tuntutan kemandirian ekonomi. Namun, berbekal semangat sejarah yang kuat, masyarakat Lamongan optimistis dapat terus bersaing di kancah nasional maupun internasional. Perayaan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan. Dengan semboyan dan semangat gotong royong, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta pelestarian budaya diharapkan terus berjalan beriringan. Kesadaran sejarah yang ditanamkan sejak dini, seperti yang terlihat pada kegiatan di berbagai sekolah, menjadi jembatan agar nilai-nilai luhur pendahulu tidak tergerus oleh modernisasi.
Hari Jadi Lamongan ke-457 adalah perayaan atas keteguhan, keyakinan, dan kerja keras para leluhur yang kemudian diteruskan oleh generasi penerus. Selamat Hari Jadi Kabupaten Lamongan! Semoga wilayah ini terus berkembang menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, senantiasa memberikan kesejahteraan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi seluruh warganya. Mari kita jaga api semangat perjuangan Tumenggung Surajaya, kita teruskan jejak beliau dengan dedikasi nyata, untuk Lamongan yang lebih maju dan berdaya saing di masa depan.(Red)








0 komentar:
Posting Komentar